Hidup yang sehat ternyata bisa diperoleh dengan berbagai macam cara. Tak hanya dengan istirahat yang cukup, sehat juga ternyata diperoleh dari pola makan. Melalui pola makan yang baik, niscaya tubuh kita pun akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa sehat itu datang dari kebiasaan makan yang baik sepertinya benar. Tapi sebagai warga negara Indonesia yang terbiasa makan tiga kali sehari, jika makan belum menggunakan nasi itu didefinisikan sebagai “ngemil”. Padahal, pola makan tiga kali sehari dengan nasi sebagai menu utama ternyata kurang sehat. Pasalnya, suplai karbohidrat dalam tubuh menjadi berlebihan dan bisa meningkatkan kadar gula darah.
Ada banyak teroi mengenai cara merubah pola makan. Diet biasanya dijadikan alat untuk mengubah pola makan seseorang. Ada diet rendah karbohidrat, diet makanan mentah, diet Atkins, diet Mediterrania, dan sebagainya. Padahal, untuk mengubah pola makan, bisa dilakukan dengan hal-hal yang kecil.
Nah, berikut ini adalah beberapa tips sehat untuk mengubah pola makan dalam kehidupan sehari-hari.
- Jangan mengkonsumsi garam berlebih. Hindari terlalu sering mengocok botol garam untuk mengeluarkan isinya lebih mudah dari lubang-lubangnya. Satu kocokan bisa mengeluarkan ½ gram. Jika Anda tidak menghentikan kebiasaan ini, 9 gram garam akan terkonsumsi dalam sehari, yang mana hal itu sangatlah tidak baik. Penelitian menunjukkan, dengan menurunkan asupan gara, 3 gram sehari cukup memicu penurunan tekanan darah, resiko stroke hingga 13%, dan penyakit jantung hingga 10%.
- Jangan berlebihan mengkonsumsi gula. Dua sendok teh gula yang biasanya Anda masukkan ke dalam kopi, teh, atau susu ternyata memiliki resiko kesehatan yang kurang baik. Coba kurangi satu sendok teh dan Anda bisa menghemat 30 gram gula dalam sehari dan itu hampir sama dengan menghemat 11 kg gula dalam setahun. Satu sendok teh gula mengandung 15 kalori, yang dalam setahun bisa mencapai 32.000 kalori.
- Isi piring makan Anda dengan setengahnya sayuran, kemudian isi setengahnya (masing-masing seperempat) lagi dengan nasi dan daging, telur, atau tahu tempe. Membatasi jumlah nasi seperti ini dapat memotong asupan kalori hingga 200 kalori (400 kalori untuk 250gram nasi, jika dibandingkan dengan200 kalori dalam porsi sedang). Lakukan ini setiap hari dan dalam dua minggu Anda telah mengurangi cukup banyak kalori (hampir 3.000 kalori) untuk menghilangkan ½ kg lemak tubuh.
- Kurangi konsumsi kulit. Tak bisa dipungkiri memang bahwa kulit pada ayam goreng atau bebek adalah bagian yang paling enak. Tapi, jika Anda membuang bagian kulit itu sebelum memakannya, Anda telah mengurangi 4 gram lemak. Mengurangi lemak jenuh seperti ini, tidak hanya mengendalikan berat badan, tapi juga membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi resiko penyakit jantung.
- Jangan terlalu sering mengkonsumsi sambal atau saus tomat. Menambahkan sambal atau saus tomat sah-sah saja dilakukan, tapi tuangkan kira-kira satu sendok makan saja di piring. Dengan cara ini, Anda akan jauh mengurangi asupan gula yang tidak perlu. Para peneliti memperkirakan bahwa manusia biasanya mengkonsumsi 226 gram gula sehari dan itu empat kali lebih banyak dari yang dianjurkan. Kelebihan gula bisa menyebabkan persoalan berat badan, meningkatkan resiko kanker, penyakit jantung, dan diabetes.
- Masukkan lebih banyak bawang ke dalam masakan Anda. Satu bawang yang memiliki berat 80 gram sama dengan mengkonsumsi lima porsi buah dan sayuran. Lebih baik lagi, jika Anda juga menambahkan potongan stroberi, pisang, atau kismis ke dalam oatmeal. Menurut para ahli, menambahkan seporsi sayuran dalam sehari bisa mengurangi resiko kanker payudara hingga 21%.



