Gangguan Kesehatan Pasca Ibadah Haji

Gangguan Kesehatan Pasca Ibadah Haji

Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang sangat diimpikan oleh semua umat muslim di seluruh penjuru dunia. Menjalankan ibadah ini artinya kita kembali telah memenuhi salah satu Rukun Islam yang tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an. Tidak semua umat Muslim memiliki kesempatan menjalankan ibadah haji, sebagian mesti berbesar hati dan melaksanakan ibadah lainnya dengan hati yang ikhlas dan tulus.

Tapi bagi sebagian umat Muslim lain yang memiliki kesempatan melakukan ibadah haji, prosesinya tak semudah yang dibayangkan. Sebagaimana yang kita tahu, ibadah haji sama dengan ibadah fisik, karena sebagian besar kegiatannya betul-betul menguras tenaga. Bahkan tak jarang banyak jamaah yang justru malah membawa penyakit ketika tiba di tanah air.

Dr. H. Achmad Budi Karyono MMKes, salah seorang Pemerhati Kesehatan Haji, menguraikan beberapa penyakit yang biasanya diderita oleh jamaah haji dan terbawa ke Indonesia. Menurutnya, berbagai macam penyakit, baik yang baru muncul maupun penyakit lama yang kambuh, bisa menyerang jamaah haji di tanah suci.

Macam-macam penyakit yang perlu diwaspadai pasca pelaksanaan ibadah haji meliputi:

  • penyakit saluran nafas atas (flu dan radang tenggorokan)
  • penyakit jantung dan pembuluh darah (misal penyakit jantung koroner, gagal jantung karena kelelahan, dan stroke)
  • penyakit paru (tuberkolosis, pneumonia, penyakit paru obstruktif menahun dan asma)
  • penyakit saluran cerna (radang lambung dan diare)
  • penyakit otot dan tulang (nyeri sendi dan rematik)
  • penyakit jiwa (seperti depresi dan skizofrenia)
  • penyakit endokrin (diabetes), dan
  • wasir (haemoroid) sampai terjadinya pendarahan.

Ini disebabkan terjadi karena di setiap sudut lokasi ibadah banyak kerumunan jamaah lain dari seluruh penjuru dunia yang tentu saja kadang-kadang “membawa” penyakit. Oleh karena itu, jamaah haji perlu mewaspadai tanpa rasa curiga, agar tidak tertular penyakit. Terkait dengan hal itu, penggunaan masker selain untuk menepis udara kering, juga bermanfaat sebagai filter penyakit yang mudah menular lewat pernafasan.

Sebagai gambaran musim haji beberapa waktu lalu, tim kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi mencatat lebih dari 50% jamaah mengalami gangguan kesehatan dan tak sedikit dari mereka juga belum sembuh benar ketika sampai di tanah air. Dari jumlah tersebut, infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan penyakit paru-paru menduduki peringkat pertama yang diderita jamaah haji Indonesia.

Oleh sebab itu, menjaga kondisi kesehatan, antara lain dengan cara mengkonsumsi makanan “empat sehat lima sempurna”, istirahat dan aktivitas seimbang, serta mengoreksi masalah kesehatan pribadi, penting dilakukan ketika melakukan ibadah haji. Jangan sampai kondisi yang sehat sebelum keberangkatan malah mendatangkan beberapa penyakit pasca melaksanakan ibadah haji. Semoga informasi ini berguna bagi Anda calon jamaah haji, ataupun bagi sanak saudara atau kerabat yang kini sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci.

“Haji yang mabrur tiada lain balasannya kecuali Surga” sabda Rasulallah SAW. Amin.

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *