Dampak Negatif Operasi Plastik

Dampak Negatif Operasi Plastik

Dewasa ini, operasi plastik begitu digandrungi oleh banyak orang terutama kaum wanita untuk memperoleh kecantikan wanita. Tetapi semua bentuk dan prosedur operasi selalu memiliki resiko. Demikian pula dengan resiko operasi plastik yang juga berlaku untuk semua jenis operasi contohnya seperti pembekuan darah, infeksi, perdarahan dan jaringan parut. Operasi plastik hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli bedah plastik yang berkualitas.

Pasien yang merokok, atau memiliki penyakit, kulit rusak dari terapi radiasi, HIV, atau kesehatan yang buruk harus berkonsultasi dengan seorang ahli bedah plastic atau dokter kecantikan terkemuka sebelum memutuskan operasi. Operasi plastik merupakan komitmen dalam keuangan, medis, dan emosional. Jenis prosedur dan sifat individu masing-masing akan menentukan resiko selama prosedur dan dalam pemulihan.

Berikut ini merupakan resiko operasi plastik yang dapat terjadi pada seseorang yang melakukan operasi plastik.

1. Masalah penampilan karena hasil operasi plastik belum tentu sempurna. Operasi plastik membutuhkan penyesuaian kulit dan jaringan dengan berbagai cara. Masalah dengan prosedur dapat mengakibatkan lesung, penyimpangan, puckers bahkan asimetri pada kulit atau jaringan parut. Jaringan parut adalah akibat alami dari operasi plastik, hal ini terkait erat dengan jahitan reaksi dan kemampuan penyembuhan luka. Selama proses penyembuhan, suatu penebalan tepi kulit dan pembentukan jaringan granular dapat terjadi. Kebanyakan ahli bedah ingin meminimalkan jaringan parut akibat operasi plastik. Misalnya operasi tummy tuck yang melakukan pembesaran payudara dapat menghasilkan garis sayatan yang terdapat di bawah lipatan payudara.

2.Nekrosis adalah kematian jaringan karena kekurangan pasokan oksigen ke daerah dioperasikan. Resiko ini sangat jarang terjadi pada operasi kosmetik normal, tetapi pada operasi plastik yang melibatkan face lift, pengurangan payudara, melipat perut, ada kemungkinan necrosis disebabkan adanya peningkatan peradangan mendadak. Perokok sangat rentan terhadap kemungkinan ini sebagai penyempitan pembuluh darah dan suplai oksigen yang relatif kurang.

3. Hematoma atau lebam dapat terjadi ketika ada pendarahan di bawah kulit dari sayatan yang tidak tertutup dengan benar atau pasien membuka kembali bagian dari insisi, sehingga dapat membentuk genangan darah, akhirnya menyebabkan hematoma. Jika area tersebut tidak dikeringkan, dapat mengakibatkan infeksi.

4. Kerusakan saraf merupakan kasus ekstrim yang dapat terjadi, ditandai oleh mati rasa dan kesemutan. Pada umumnya kerusakan saraf terjadi tidak lebih dari 1 tahun. Kelemahan atau kelumpuhan otot tertentu mungkin dialami jika saraf yang berkaitan dengan gerakan otot terganggu. Hal ini dapat diobati dengan operasi rekonstruksi.

5. Efek samping dari Anestesi. Resiko akibat penggunaan anestesi meski sangat jarang, namun apabila terjadi maka akan membahayakan. Resiko tergantung pada faktor-faktor seperti kesehatan dan keseriusan operasi. Rasa mual dan sakit tenggorokan merupakan hal yang wajar.

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *